KARAKTERISTIK
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
KELOMPOK
5
LILIS
ANGRAENI 2013320045
DESI
SANI PERTIWI 2013320062
LISDAYANAH 2013320064
FITRI
AMALIA R 2013320067
DEDE
RISKI A.Z 2013320069
SRY
WAHYUNI 2013320072
RATNA
HERYANA PUTRI 2013220078
LAILY
YULIATUL MUNA 2013320081
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015
– 2016
1.
Organisasi
dan Informasi Akuntansi
Sistem informasi Akuntansi adalah
serangkaian prosedur dalam mengumpulkan data, memproses berbagai transaksi yang
secara langsung mempengaruhi pemprosesan transaksi menjadi informasi dan di distribusikan
ke para pengguna sehingga dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan
serta bisa dilakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. Teknik-teknik
sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan
mendokumentasikan sistem dan hubungan antar subsistem.
Sistem
Informasi Akuntansi memenuhi tiga fungsi pentingnya dalam organisasi, yaitu:
1) Mengumpulkan
dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas dan transaksi-transaksi yang
dilaksanakan oleh organisasi.
2) Mengubah
data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat
keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
3) Menyediakan
pengendalian yang memadai untuk menjaga harta organisasi.
Alur
sistem informasi akuntansi terbagi dalam dua bagian:
1. Operasional,
yang merupakan alur dari mulai terjadinya transaki sampai terekamnya transaksi
tersebut ke dalam bentuk dokumen, yaitu:
·
Siklus Pendapatan,
mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai.
·
Siklus Pengeluaran,
mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.
·
Siklus Produksi, yang
mencakup kegiatan manufaktur yang mengubah bahan baku menjadi produk.
·
Siklus Keuangan, yang
mencakup kegiatan penerimaan dan pengeluaran uang sebagai akibat dari daur
pendapatan, pengeluaran dan produksi.
2. Penyusunan
laporan, yaitu alur yang mengubah dokumen hasil rekaman transaksi yang berasal
dari alur operasional menjadi laporan, baik dalam bentuk laporan keuangan untuk
pihak eksternal maupun laporan manajemen yang ditujukan untuk pihak internal
perusahaan.
Berkat teknologi
informasi, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia, seperti:
·
Melakukan otomasi
terhadap suatu tugas atau proses yang menggantikan peran manusia.
·
Berperan dalam
restrukturisasi terhadap peran manusia yang melakukan perubahan-perubahan
terhadap sekumpulan tugas atau proses.
·
Memiliki kemampuan
untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan
menyediakan banyak informasi ke manajer.
·
Mempengaruhi interface
organisasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok.
·
Dapat digunakan dalam
membentuk strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif, diantaranya:
1) Strategi
biaya: meminimalisir biaya/ memberikan harga yang lebih murah terhadap
pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok.
2) Strategi
diferansiasi: mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/ jasa yang
dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan
produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
3) Strategi
inovasi: memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau buat perubahan yang radikal
dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam
pengelolaan bisnis.
4) Strategi
pertumbuhan: mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan
ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa bam,
atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
5) Strategi
aliansi: membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan,
pemasok, pesaing, konsultan, dan lain-lain.
B. Pengertian Sektor Publik
Sektor publik dapat dipahami bahwa
sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk
menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
hak publik.
Definisi
tentang sektor publik dalam perkembangannya menjadi perdebatan sendiri, khususnya
sejak disiplin ilmu akuntansi sektor publik berkembang. Istilah publik sendiri
memiliki makna yang berbeda disetiap bidang ilmu yang berbeda.
Pengertian publik dibidang ekonomi
tentu berbeda dengan pengertian publik diranah politik, hukum, atau lainnya.
Hal ini menyebabkan tidak mudah memberikan pemahaman yang kuat kepada
masyarakat mengenai pengertian sektor publik dalam konteks akuntansi sektor
publik.
Pengertian sector public dapat kita
ketahui melalui perbandingan sector ini dengan sector komersial. Perbedaan
akuntansi pemerintahan dengan akuntansi komersial juga harus dimulai dengan
pemahaman atas karakteristik organisasi pemerintahan. Beberapa karakteristik
tersebut adalah :
1. Pendirian,
pembentukan dan kegiatan organisasi pemerintahan bukan dengan tujuan atau
bermotif mengejar keuntungan semata-mata
2. Organisasi
pemerintahan dimiliki secara kolektif
oleh rakyat. Dengan demikian, tidak terdapat saham yang dapat dimiliki secara
individual yang dapat diperjualbelikan atau dipertukarkan.
3. Pihak-pihak
yang memberikan sumber keuangan kepada organisasi pemerintahan tidak harus
menerima imbalan langsung atau proporsional, baik berupa barang , uang ataupun
jasa.
4. Anggota
atau masyarakat, sadar atau tidak, kadang-kadang dipaksa menyetorkan uang,
barang, atau jasa kepada pemerintah dimana pemerintah akan mempergunakan
setoran tersebut untuk kepentingan bersama masyarakat
C. Tipe Barang Atau
Pelayanan
Tipe barang atau pelayanan terdiri dari 2 tipe yaitu : area sektor publik dengan area sektor
swasta. Salah satu cara yang bisa membantu membedakan area kedua sektor publik
dan swasta tersebut adalah dengan berpedoman pada kategorisasi tipe barang atau
pelayanan, yaitu pure public goods, quasi public goods, quasi private goods dan
pure private goods.
D. Interaksi Publik
Goods dengan Private Goods
A. Pure Public Goods, adalah
barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa
tersebut dinikmati oleh seluruh masyarakat secara bersama-sama. Pure public
goods dalam pengertian ini termasuk layanan atau jasa yang diberikan untuk
kepentingan masyarakat luas. Ada 4 (empat) ciri utama pure public goods, yaitu:
1. Nonrivalry
in Consumption, pure public goods merupakan konsumsi umum sehingga konsumen
tidak bersaing dalam mengkonsumsinya.
2. Nonexcusive,
penawaran atas pure public goods tidak hanya diperuntukkan bagi seseorang dan
mengabaikan yang lainnya sehingga tidak ada yang eksklusif antarorang dalam
masyarakat, sehingga mempunyai hak yang sama dalam mengonsumsinya.
3. Low
Excludability, penyedia atau konsumen suatu barang atau pelayanan tidak bisa
menghalangi (atau mengecualikan) orang lain untuk menggunakan atau memperoleh
manfaat dari barang tersebut.
4. Low
Competitive, antar penyedia pure public goods tidak saling bersaing secara
ketat. Hal ii karena keberadaan barang ini tersedia dalam jumlah dan kualitas
yang sama.
B. Quasi Public Goods, adalah barang-barang atau jasa
kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut dinikmati oleh
seluruh masyarakat, namun apabila dikonsumsi oleh individu tertentu akan
mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut.
C. Quasi Private Goods, adalah barang-barang atau jasa
kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa tersebut hanya
dinikmati secara individual oleh orang yang membelinya walaupun sebetulnya
barang atau jasa tersebut dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
D. Pure Private Goods, adalah barang-barang atau jasa
kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa tersebut hanya
dinikmati secara individual oleh orang yang membelinya dan yang tidak
membelinya tidak dapat menikmati barang atau jasa tersebut. Terdapat 4 (empat)
ciri utama barng privat, yaitu:
1. Rivalry
in Consumption, barang privat bukan merupakan konsumsi umum sehingga terdapat
persaingan antarpengguna dalam mengkonsumsinya.
2. Exclusive,
penawaran atas barang privat hanya diperuntukkan bagi seseorang yang mampu
menggantikan nilai barang yang disediakan tersebut (bersifat eksklusif).
Seseorang yang tidak memiliki sumber daya yang cukup, tidak bisa
mengkonsumsinya.
3. Excludability,
penyedia atau konsumen sautu barang atau pelayanan bisa menghalangi (atau
mengecualikan) orang lain untuk menggunakan atau memperoleh manfaat dari barang
tersebut.
4. High
Competitive, antarpenyedia (produsen) barang privat saling bersaing secara
ketat. Akhirnya barang privat yang tersedia dipasar sangat beraneka ragam baik
jumlah maupun kualitasnya.
E. Organisasi Sektor
Publik
Organisasi sektor publik adalah
organisasi yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau
jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan Negara lain yang
diatur dengan hukum.
Organisasi sektor publik juga merupakan
sebuah entitas ekonomi yang memiliki keunikan tersendiri. Disebut sebagai
entitas ekonomi karena memiliki sumber daya ekonomi yang tidak kecil, bahkan
bisa dikatakan sangat besar.
Organisasi sektor publik juga
melakukan transaksi-transaksi ekonomi dan keuangan. Tetapi berbeda dengan
entitas ekonomi lain, khususnya perusahaan komersial yang mencari laba, sumber
daya ekonomi organisasi sektor publik dikelola tidak untuk tujuan mencari laba.
F. Area Organisasi
Sektor Publik
Organisasi sektor publik bukan
semata-mata organisasi sosial non provit, banyak yang menganggap organisasi
sektor publik pasti nonprofit. Organisasi sektor publik adalah organisasi yang
berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada
publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan Negara lain yang diatur
dengan hukum. Sektor publik berada pada area dengan batasan-batasan antara lain
·
Penyelenggaraan layanan
atau pengadaan barang kebutuhan masyarakat umum,
·
Bukan konsumsi
individual,
·
Pemerintah ikut
mengendalikan dengan saham atau sejumlah regulasi yang mengikat,
·
Harga tidak semata-mata
ditentukan berdasarkan mekanisme pasar
G. keunikan Akuntansi
Sektor Publik
Karakteristik sektor publik berbeda
dengan sektor swasta, maka akuntansi yang diterapkan di kedua sektor tersebut
mempunyai keunikan sendiri. Berikut beberapa keunikan akuntansi di sektor
publik :
·
Cenderung kurangUniform
Heterogenitas
sektor publik membuat akuntansi yang diterapkan di sektor publik ini cenderung
kurang uniform (seragam) dibandingkan sektor swasta, baik system maupun
tekniknya. Bidang pemerintah, pendidikan, kesehatan masing-masing mempunyai
karakteristik yang berbeda.).
·
Perumusan standar
akuntansi mengadaptasi regulasi yang sudah ada Standar akuntansi di sektor
publik dirumuskan dan ditetapkan relative dengan mengacu dan mempertimbangkan
berbagai regulasi sektor publik yang sudah ada dan ditetapkan lebih dahulu.
·
Akuntansi berbasis kas System
akuntansi yang diterapkan di sektor publik umumnya bersifat akuntansi kas (cash
basis)
·
Laporan keuangan yang
dihasilkan sebagai media akuntabilitas publik. Akuntansi sektor publik menghasilkan
laporan keuangan sebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat dan bukan
semata-mata kepada pemilik atau pemegang saham sebagaimana sektor swasta.
H.
Perubahan Lingkungan Organisasi Sektor Publik
Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik
sangat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor
politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ketidakstabilan
ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong
pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap
saat. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus
kaku.
Berbagai bentuk adaptasi organisasi sektor publik dalam
menghadapi pesatnya perubahan lingkungan antara lain :
·
Struktur yang terlalu
birokratik dan bertingkat mengalami pemangkasan Struktur organisasi yang
terlalu birokratik dan bertingkat tidak efektif untuk meningkatkan
produktivitas organisasi, memicu terjadinya praktek KKN dan sering mengecewakan
pengguna. Pemangkasan birokrasi dilakukan agar pengambilan keputusan manajemen
bisa lebih cepat dan akurat.
·
Sistem sentralisasi
mulai banyak diubah menjadi desentralisasi Sistem desentralisasi, dimana setiap
unit pertanggungjawaban mempunyai keleluasaan untuk mengatur dan mengelola
sumber daya yang dimiliki sehingga merangsang munculnya kreativitas dan kewirausahaan.
Karakteristik setiap unit pertanggungjawaban berbeda-beda sehingga respon atas
perubahan lingkungan tidak dapat dilakukan secara seragam dengan 1 (satu) komando dari pusat.
·
Melakukan perbaikan
kinerja berbasis informasi pengukuran kinerja dan pemicu terjadinya tingkat
kinerja tertentu. Laporan pengukuran kinerja mulai dilengkapi dengan informasi
yang berkaitan dengan pemicu terjadinya tingkat kinerja tertentu.
·
Pengambilan keputusan
dilakukan secara cepat sehingga didesain sistem informasi manajemen yang handal
Kompleknya transaksi organisasi menyebabkan setiap pengambilan keputusan harus
dilakukan secara cepat dan akurat. Sistem informasi manajemen didesain untuk
membantu manajemen melakukan decision making dengan informasi yang &ukup
memadai, handal dan relevan.
·
Adanya pemberdayaan
yang sistematis terhadap individu-individu dalam organisasiAdanya pembelajaran
dan pengembangan terhadap semua individu organisasi dimaksudkan agar onggota
organisasi mampu merespon perubahan dan mengikuti perkembangan sehingga dapat
menjamin
going
concern.
·
Munculnya kesadaran
yang tinggi atas pentingnya ukuran kinerja nonfinansial manajemen kinerja
menjadi sangat penting dan organisasi. Definisi kinerja pun menjadi lebih luas
men&akup kinerja finansial dan nonfinansial
I.
Mengapa dibutuhkan Organisasi Sektor Publk
Pemerintah sebagai penyelenggara kekuasaan negara harus
bias menyediakan public goods and services tersebut untuk kesejahteraan
masyarakat secara adil dan merata. Pemerintah
sebagai organisasi sektor publik terbesar yang bertanggungjawab untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjunjung tinggi keinginan rakyat,
melaksanakan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan sosial, menjalankan
aspek-aspek fungsional dari pemerintahan secara efisien dan efektif sehingga
bias terwujud good governance dengan sebenarnya.
Beberapa alasan,
mengapa organisasi sektor publik dibutuhkan :
·
Untuk menjamin bahwa
pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi,
perlindungan hukum dapat disediakan untuk masyarakat secara adil dan meratat
anpa memperhitungkan kemampuan masyarakat untuk membayarnya.
·
Untuk memastikan bahwa
layanan publik tertentu ditempatkan pada wilayah yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat, misalnya museum, perpustakaan, tempat parker dan sebagainya.
·
Untuk menjamin bahwa public
goods and services disediakan dengan harga yang relative lebih murah
dibandingkan dengan jika membeli dari perusahaan swasta, missal perusahaan
transportasi, rumah sakit, sekolah, dan perusahaan jasa lainnya yang menyediakan
layanan yang serupa.
·
Untuk menciptakan
persatuan dan kesatuan bangsa karena adanya perbedaan agama maupun suku.
·
Untuk melindungi hak
dan kemerdekaan masyarakat dengan menetapkan peraturan perundangan yang kuat
dan jelas.
J.
Mengapa
Pemerintah Wajib Mengendalikan Sektor Public
Pemerintah
sebagai organisasi sektor publik terbesar wajib mengendalikan sektor publik
lainnya yang dikelola oleh organisasi nonpemerintah. Barang dan jasa yang
dihasilkan oleh sektor publik berhubungan dengan kebutuhan masyarakat umum yang
sangat perlu diawasi dan diatur penggunaannya.
Dalam buku delivering quality services karangan zeithaml,
valarie a. (et.al), 1990, yang membahas tentang bagaimana tanggapan dan harapan
masyarakat pelanggan terhadap pelayanan yang mereka terima, baik berupa barang
maupun jasa. dalam hal ini memang yang menjadi tujuan pelayanan publik pada
umumnya adalah bagaimana mempersiapkan pelayanan publik tersebut yang
dikehendaki atau dibutuhkan oleh publik, dan bagaimana menyatakan dengan tepat
kepada publik mengenai pilihannya dan cara mengaksesnya yang direncanakan dan
disediakan oleh pemerintah. kemudian, untuk tujuan tersebut diperin&i
sebagai berikut :
·
menentukan pelayanan
publik yang disediakan, apa saja macamnya
·
memperlakukan pengguna
pelayanan, sebagai customers
·
berusaha memuaskan
pengguna pelayanan, sesuai dengan yang diinginkan mereka
·
mencari cara
penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas
·
menyediakan cara-cara,
bila pengguna pelayanan tidak ada pilihan lain.
Berangkat dari persoalan mempertanyakan kepuasan
masyarakat terhadap apa yang diberikan oleh pelayan dalam hal ini yaitu
administrasi publik adalah pemerintah itu sendiri dengan apa yang mereka
inginkan, maksudnya yaitu sejauhmana publik berharap apa yang akhirnya diterima
mereka.
Penilaian tentang sama tidaknya antara harapan dengan
kenyataan, apabila tidak sama maka pemerintah diharapkan dapat mengoreksi
keadaan agar lebih teliti untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini
tidak terlepas dari fungsi utama penyelenggaraan pemerintahan, yaitu :
·
Fungsi alokasi: Fungsi
pemerintahan untuk menyediakan pelayanan dan barang-barang kebutuhan masyarakat
umum secara bersama-sama dengan adil dan merata serta tidak membedakan antara
orang satu dengan lainnya.
·
Fungsi distribusi: Fungsi
pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan
proposial demi terwujudnya pertumbuhan yang optimal.
·
Fungsi stabilisasi: Fungsi
pemerintahan untuk mengatur semua variabel ekonomi makro sehingga dapat mencapai
stabilitas ekonomi secara nasional
Beberapa alasan
pemerintah melakukan pengendalian sektor publik, antara lain:
·
Output sektor publik
berkaitan dengan barang atau jasa kebutuhan masyarakat umum.
·
Barang dan jasa
kebutuhan publik tidak dapat dibagi-bagi secara individu atau orang per orang.
·
Tidak memungkinkannya
menjatah penggunaan barang atau jasa tersebut untuk setiap orang.
·
Alokasi barang atau
jasa kebutuhan publik menghadapi pasar persaingan tidak sempurna.
·
Mengurangi beban
masyarakat atas penggunaan barang atau jasa publik dengan pemberian subsidi
atau perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya.
