Sabtu, 26 September 2015

karakteristik akuntansi sektor publik

KARAKTERISTIK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
KELOMPOK 5
LILIS ANGRAENI                            2013320045
DESI SANI PERTIWI                       2013320062
LISDAYANAH                                 2013320064
FITRI AMALIA R                                      2013320067
DEDE RISKI A.Z                                       2013320069
SRY WAHYUNI                              2013320072
RATNA HERYANA PUTRI            2013220078
LAILY YULIATUL MUNA             2013320081

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015 – 2016
1.     Organisasi dan Informasi Akuntansi      
            Sistem informasi Akuntansi adalah serangkaian prosedur dalam mengumpulkan data, memproses berbagai transaksi yang secara langsung mempengaruhi pemprosesan transaksi menjadi informasi dan di distribusikan ke para pengguna sehingga dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan serta bisa dilakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. Teknik-teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan hubungan antar subsistem.
Sistem Informasi Akuntansi memenuhi tiga fungsi pentingnya dalam organisasi, yaitu:
1)      Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas dan transaksi-transaksi yang dilaksanakan oleh organisasi.
2)      Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
3)      Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga harta organisasi.
Alur sistem informasi akuntansi terbagi dalam dua bagian:
1.      Operasional, yang merupakan alur dari mulai terjadinya transaki sampai terekamnya transaksi tersebut ke dalam bentuk dokumen, yaitu:
·           Siklus Pendapatan, mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai.
·           Siklus Pengeluaran, mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.
·           Siklus Produksi, yang mencakup kegiatan manufaktur yang mengubah bahan baku menjadi produk.
·           Siklus Keuangan, yang mencakup kegiatan penerimaan dan pengeluaran uang sebagai akibat dari daur pendapatan, pengeluaran dan produksi.
2.      Penyusunan laporan, yaitu alur yang mengubah dokumen hasil rekaman transaksi yang berasal dari alur operasional menjadi laporan, baik dalam bentuk laporan keuangan untuk pihak eksternal maupun laporan manajemen yang ditujukan untuk pihak internal perusahaan.


Berkat teknologi informasi, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia, seperti:
·         Melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses yang menggantikan peran manusia.
·         Berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia yang melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
·         Memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer.
·         Mempengaruhi interface organisasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok.
·         Dapat digunakan dalam membentuk strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif, diantaranya:
1)      Strategi biaya: meminimalisir biaya/ memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok.
2)      Strategi diferansiasi: mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/ jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
3)      Strategi inovasi: memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau buat perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
4)      Strategi pertumbuhan: mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa bam, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
5)      Strategi aliansi: membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan lain-lain.
B. Pengertian Sektor Publik
            Sektor publik dapat dipahami bahwa sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.
                Definisi tentang sektor publik dalam perkembangannya menjadi perdebatan sendiri, khususnya sejak disiplin ilmu akuntansi sektor publik berkembang. Istilah publik sendiri memiliki makna yang berbeda disetiap bidang ilmu yang berbeda.
            Pengertian publik dibidang ekonomi tentu berbeda dengan pengertian publik diranah politik, hukum, atau lainnya. Hal ini menyebabkan tidak mudah memberikan pemahaman yang kuat kepada masyarakat mengenai pengertian sektor publik dalam konteks akuntansi sektor publik.
            Pengertian sector public dapat kita ketahui melalui perbandingan sector ini dengan sector komersial. Perbedaan akuntansi pemerintahan dengan akuntansi komersial juga harus dimulai dengan pemahaman atas karakteristik organisasi pemerintahan. Beberapa karakteristik tersebut adalah :
1.      Pendirian, pembentukan dan kegiatan organisasi pemerintahan bukan dengan tujuan atau bermotif mengejar keuntungan semata-mata
2.      Organisasi pemerintahan  dimiliki secara kolektif oleh rakyat. Dengan demikian, tidak terdapat saham yang dapat dimiliki secara individual yang dapat diperjualbelikan atau dipertukarkan.
3.      Pihak-pihak yang memberikan sumber keuangan kepada organisasi pemerintahan tidak harus menerima imbalan langsung atau proporsional, baik berupa barang , uang ataupun jasa.
4.      Anggota atau masyarakat, sadar atau tidak, kadang-kadang dipaksa menyetorkan uang, barang, atau jasa kepada pemerintah dimana pemerintah akan mempergunakan setoran tersebut untuk kepentingan bersama masyarakat
C. Tipe Barang Atau Pelayanan
            Tipe barang  atau pelayanan terdiri dari 2 tipe  yaitu : area sektor publik dengan area sektor swasta. Salah satu cara yang bisa membantu membedakan area kedua sektor publik dan swasta tersebut adalah dengan berpedoman pada kategorisasi tipe barang atau pelayanan, yaitu pure public goods, quasi public goods, quasi private goods dan pure private goods.
D. Interaksi Publik Goods dengan Private Goods
            A. Pure Public Goods, adalah barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut dinikmati oleh seluruh masyarakat secara bersama-sama. Pure public goods dalam pengertian ini termasuk layanan atau jasa yang diberikan untuk kepentingan masyarakat luas. Ada 4 (empat) ciri utama pure public goods, yaitu:
1.      Nonrivalry in Consumption, pure public goods merupakan konsumsi umum sehingga konsumen tidak bersaing dalam mengkonsumsinya.
2.      Nonexcusive, penawaran atas pure public goods tidak hanya diperuntukkan bagi seseorang dan mengabaikan yang lainnya sehingga tidak ada yang eksklusif antarorang dalam masyarakat, sehingga mempunyai hak yang sama dalam mengonsumsinya.
3.      Low Excludability, penyedia atau konsumen suatu barang atau pelayanan tidak bisa menghalangi (atau mengecualikan) orang lain untuk menggunakan atau memperoleh manfaat dari barang tersebut.
4.      Low Competitive, antar penyedia pure public goods tidak saling bersaing secara ketat. Hal ii karena keberadaan barang ini tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sama.
         
            B. Quasi Public Goods, adalah barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut dinikmati oleh seluruh masyarakat, namun apabila dikonsumsi oleh individu tertentu akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut.
            C. Quasi Private Goods, adalah barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh orang yang membelinya walaupun sebetulnya barang atau jasa tersebut dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
            D. Pure Private Goods, adalah barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh orang yang membelinya dan yang tidak membelinya tidak dapat menikmati barang atau jasa tersebut. Terdapat 4 (empat) ciri utama barng privat, yaitu:
1.      Rivalry in Consumption, barang privat bukan merupakan konsumsi umum sehingga terdapat persaingan antarpengguna dalam mengkonsumsinya.
2.      Exclusive, penawaran atas barang privat hanya diperuntukkan bagi seseorang yang mampu menggantikan nilai barang yang disediakan tersebut (bersifat eksklusif). Seseorang yang tidak memiliki sumber daya yang cukup, tidak bisa mengkonsumsinya.
3.      Excludability, penyedia atau konsumen sautu barang atau pelayanan bisa menghalangi (atau mengecualikan) orang lain untuk menggunakan atau memperoleh manfaat dari barang tersebut.
4.      High Competitive, antarpenyedia (produsen) barang privat saling bersaing secara ketat. Akhirnya barang privat yang tersedia dipasar sangat beraneka ragam baik jumlah maupun kualitasnya.
E. Organisasi Sektor Publik
            Organisasi sektor publik adalah organisasi yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan Negara lain yang diatur dengan hukum.
            Organisasi sektor publik juga merupakan sebuah entitas ekonomi yang memiliki keunikan tersendiri. Disebut sebagai entitas ekonomi karena memiliki sumber daya ekonomi yang tidak kecil, bahkan bisa dikatakan sangat besar.
            Organisasi sektor publik juga melakukan transaksi-transaksi ekonomi dan keuangan. Tetapi berbeda dengan entitas ekonomi lain, khususnya perusahaan komersial yang mencari laba, sumber daya ekonomi organisasi sektor publik dikelola tidak untuk tujuan mencari laba.
F. Area Organisasi Sektor Publik
            Organisasi sektor publik bukan semata-mata organisasi sosial non provit, banyak yang menganggap organisasi sektor publik pasti nonprofit. Organisasi sektor publik adalah organisasi yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan Negara lain yang diatur dengan hukum. Sektor publik berada pada area dengan batasan-batasan antara lain
·         Penyelenggaraan layanan atau pengadaan barang kebutuhan masyarakat umum,
·         Bukan konsumsi individual,
·         Pemerintah ikut mengendalikan dengan saham atau sejumlah regulasi yang mengikat,
·         Harga tidak semata-mata ditentukan berdasarkan mekanisme pasar
G. keunikan Akuntansi Sektor Publik
            Karakteristik sektor publik berbeda dengan sektor swasta, maka akuntansi yang diterapkan di kedua sektor tersebut mempunyai keunikan sendiri. Berikut beberapa keunikan akuntansi di sektor publik :

·         Cenderung kurangUniform
Heterogenitas sektor publik membuat akuntansi yang diterapkan di sektor publik ini cenderung kurang uniform (seragam) dibandingkan sektor swasta, baik system maupun tekniknya. Bidang pemerintah, pendidikan, kesehatan masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda.).
·         Perumusan standar akuntansi mengadaptasi regulasi yang sudah ada Standar akuntansi di sektor publik dirumuskan dan ditetapkan relative dengan mengacu dan mempertimbangkan berbagai regulasi sektor publik yang sudah ada dan ditetapkan lebih dahulu.
·         Akuntansi berbasis kas System akuntansi yang diterapkan di sektor publik umumnya bersifat akuntansi kas (cash basis)
·         Laporan keuangan yang dihasilkan sebagai media akuntabilitas publik. Akuntansi sektor publik menghasilkan laporan keuangan sebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat dan bukan semata-mata kepada pemilik atau pemegang saham sebagaimana sektor swasta.

H. Perubahan Lingkungan Organisasi Sektor Publik
            Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sangat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, sosial dan budaya.             Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru.    Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku.
            Berbagai bentuk adaptasi organisasi sektor publik dalam menghadapi pesatnya perubahan lingkungan antara lain :
·         Struktur yang terlalu birokratik dan bertingkat mengalami pemangkasan Struktur organisasi yang terlalu birokratik dan bertingkat tidak efektif untuk meningkatkan produktivitas organisasi, memicu terjadinya praktek KKN dan sering mengecewakan pengguna. Pemangkasan birokrasi dilakukan agar pengambilan keputusan manajemen bisa lebih cepat dan akurat.
·         Sistem sentralisasi mulai banyak diubah menjadi desentralisasi Sistem desentralisasi, dimana setiap unit pertanggungjawaban mempunyai keleluasaan untuk mengatur dan mengelola sumber daya yang dimiliki sehingga merangsang munculnya kreativitas dan kewirausahaan. Karakteristik setiap unit pertanggungjawaban berbeda-beda sehingga respon atas perubahan lingkungan tidak dapat dilakukan secara seragam  dengan 1 (satu) komando dari pusat.
·         Melakukan perbaikan kinerja berbasis informasi pengukuran kinerja dan pemicu terjadinya tingkat kinerja tertentu. Laporan pengukuran kinerja mulai dilengkapi dengan informasi yang berkaitan dengan pemicu terjadinya tingkat kinerja tertentu.
·         Pengambilan keputusan dilakukan secara cepat sehingga didesain sistem informasi manajemen yang handal Kompleknya transaksi organisasi menyebabkan setiap pengambilan keputusan harus dilakukan secara cepat dan akurat. Sistem informasi manajemen didesain untuk membantu manajemen melakukan decision making dengan informasi yang &ukup memadai, handal dan relevan.
·         Adanya pemberdayaan yang sistematis terhadap individu-individu dalam organisasiAdanya pembelajaran dan pengembangan terhadap semua individu organisasi dimaksudkan agar onggota organisasi mampu merespon perubahan dan mengikuti perkembangan sehingga dapat menjamin
going concern.
·         Munculnya kesadaran yang tinggi atas pentingnya ukuran kinerja nonfinansial manajemen kinerja menjadi sangat penting dan organisasi. Definisi kinerja pun menjadi lebih luas men&akup kinerja finansial dan nonfinansial

I. Mengapa dibutuhkan Organisasi Sektor Publk
            Pemerintah sebagai penyelenggara kekuasaan negara harus bias menyediakan public goods and services tersebut untuk kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.      Pemerintah sebagai organisasi sektor publik terbesar yang bertanggungjawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjunjung tinggi keinginan rakyat, melaksanakan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan sosial, menjalankan aspek-aspek fungsional dari pemerintahan secara efisien dan efektif sehingga bias terwujud good governance dengan sebenarnya.
Beberapa alasan, mengapa organisasi sektor publik dibutuhkan :
·         Untuk menjamin bahwa pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, perlindungan hukum dapat disediakan untuk masyarakat secara adil dan meratat anpa memperhitungkan kemampuan masyarakat untuk membayarnya.
·         Untuk memastikan bahwa layanan publik tertentu ditempatkan pada wilayah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, misalnya museum, perpustakaan, tempat parker dan sebagainya.
·         Untuk menjamin bahwa public goods and services disediakan dengan harga yang relative lebih murah dibandingkan dengan jika membeli dari perusahaan swasta, missal perusahaan transportasi, rumah sakit, sekolah, dan perusahaan jasa lainnya yang menyediakan layanan yang serupa.
·         Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa karena adanya perbedaan agama maupun suku.
·         Untuk melindungi hak dan kemerdekaan masyarakat dengan menetapkan peraturan perundangan yang kuat dan jelas.

J.  Mengapa Pemerintah Wajib Mengendalikan Sektor Public
          Pemerintah sebagai organisasi sektor publik terbesar wajib mengendalikan sektor publik lainnya yang dikelola oleh organisasi nonpemerintah. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor publik berhubungan dengan kebutuhan masyarakat umum yang sangat perlu diawasi dan diatur penggunaannya.
            Dalam buku delivering quality services karangan zeithaml, valarie a. (et.al), 1990, yang membahas tentang bagaimana tanggapan dan harapan masyarakat pelanggan terhadap pelayanan yang mereka terima, baik berupa barang maupun jasa. dalam hal ini memang yang menjadi tujuan pelayanan publik pada umumnya adalah bagaimana mempersiapkan pelayanan publik tersebut yang dikehendaki atau dibutuhkan oleh publik, dan bagaimana menyatakan dengan tepat kepada publik mengenai pilihannya dan cara mengaksesnya yang direncanakan dan disediakan oleh pemerintah. kemudian, untuk tujuan tersebut diperin&i sebagai berikut :
·        menentukan pelayanan publik yang disediakan, apa saja macamnya
·        memperlakukan pengguna pelayanan, sebagai customers
·        berusaha memuaskan pengguna pelayanan, sesuai dengan yang diinginkan mereka
·        mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas
·        menyediakan cara-cara, bila pengguna pelayanan tidak ada pilihan lain.

            Berangkat dari persoalan mempertanyakan kepuasan masyarakat terhadap apa yang diberikan oleh pelayan dalam hal ini yaitu administrasi publik adalah pemerintah itu sendiri dengan apa yang mereka inginkan, maksudnya yaitu sejauhmana publik berharap apa yang akhirnya diterima mereka.
            Penilaian tentang sama tidaknya antara harapan dengan kenyataan, apabila tidak sama maka pemerintah diharapkan dapat mengoreksi keadaan agar lebih teliti untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini tidak terlepas dari fungsi utama penyelenggaraan pemerintahan, yaitu :
·         Fungsi alokasi: Fungsi pemerintahan untuk menyediakan pelayanan dan barang-barang kebutuhan masyarakat umum secara bersama-sama dengan adil dan merata serta tidak membedakan antara orang satu dengan lainnya.
·         Fungsi distribusi: Fungsi pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan proposial demi terwujudnya pertumbuhan yang optimal.
·         Fungsi stabilisasi: Fungsi pemerintahan untuk mengatur semua variabel ekonomi makro sehingga dapat mencapai stabilitas ekonomi secara nasional
Beberapa alasan pemerintah melakukan pengendalian sektor publik, antara lain:
·         Output sektor publik berkaitan dengan barang atau jasa kebutuhan masyarakat umum.
·         Barang dan jasa kebutuhan publik tidak dapat dibagi-bagi secara individu atau orang per orang.
·         Tidak memungkinkannya menjatah penggunaan barang atau jasa tersebut untuk setiap orang.
·         Alokasi barang atau jasa kebutuhan publik menghadapi pasar persaingan tidak sempurna.
·         Mengurangi beban masyarakat atas penggunaan barang atau jasa publik dengan pemberian subsidi atau perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya.
           
                                 http://dewidewma.blogspot.co.id/2012/03/makalah-asp.html
                                http://robertmujanbolg.blogspot.co.id/2011/12/bab-i.html?m=1

2 komentar:

  1. Hahahhahaa shock w ngeliat blog lu pit. Hahahahha. Asli dah. Ada nama w lagi hahahha

    BalasHapus
  2. Harrah's Cherokee Casino & Hotel - Mapyro
    Harrah's Cherokee Casino & Hotel in Cherokee, 안산 출장안마 NC has a variety 과천 출장안마 of 안성 출장안마 table 오산 출장마사지 games and slots, including Blackjack, Roulette, Video Poker, Slots, Poker, 통영 출장안마

    BalasHapus